Universitas Riau - UNRI News

Beranda / Artikel / Kabar dari Fakultas

Komitmen Eco Green Campus, Aksi Nyata

Komitmen Eco Green Campus, Aksi Nyata

1 Agustus 2025, Fakultas Kedokteran Universitas Riau melangkah lebih hijau! Pimpinan fakultas, civitas akademika, cleaning service, pemilik kantin, dan petugas keamanan bersatu dalam penandatanganan komitmen bersama mewujudkan Eco Green Campus. Bersama kita jaga bumi, mulai dari kampus sendiri.   #EcoGreenFKUNRI #HijaukanKampus #FKUNRIPeduliLingkungan #SustainableCampus

Studium Generale dan Penandatanganan Kerja Sama

Studium Generale dan Penandatanganan Kerja Sama

Fakultas Kedokteran Universitas Riau menyambut kunjungan dari Won Keun-Kim, PhD, Vice Dean of Research Chair dan Associate Professor Dept. of Microbiology, College of Medicine, Hallym University, Korea. Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) penelitian tentang Surveilans Genom Virus Dengue di Indonesia antara Prof. Kim dengan principal investigator dari FK UNRI yaitu Dr. dr. Dewi Anggraini, Sp.MK(K). Pada MoA ini FK UNRI akan menerima sejumlah dana hibah penelitian dari Hallym University. Tak hanya itu, Prof. Kim juga memberikan Kuliah Umum perdana untuk mahasiswa Magister IImu Biomedis FK UNRI Angkatan 2025, memperkaya wawasan di bidang virologi dan genomik. Kerja sama ini membuka pintu lebar bagi citivas akademika FK UNRI untuk Kolaborasi riset internasional, Pertukaran mahasiswa, dan Peluang studi lanjut di Hallym University, Korea Selatan. Prof.Kim juga didampingi dr. Augustine Natasha, Sp.MK yang saat ini sedang melanjutkan pendidikan S3 di Hallym University. Pada sesi bincang-bincang dengan civitas akademika FK UNRl, dr. Sasa membagikan tips dan trik study di Korea Selatan sehingga dapat memotivasi dosen-dosen FK UNRI yang hadir.Mari wujudkan sinergi global untuk kemajuan ilmu pengetahuan!

Aksi Keprihatinan Fakultas Kedokteran Universitas Riau

Aksi Keprihatinan Fakultas Kedokteran Universitas Riau

Dengan rasa tanggung jawab intelektual, moral, dan profesional yang tinggi terhadap masa depan pendidikan kedokteran dan kualitas pelayanan kesehatan bangsa, menyampaikan keprihatinan mendalam atas arah kebijakan Kementerian Kesehatan saat ini.Kebijakan-kebijakan yang telah diwacanakan dan/atau ditempuh tidak hanya mencederai tata kelola sistem pendidikan kedokteran dan pelayanan Kesehatan nasional, namun juga berpotensi meruntuhkan pilar-pilar etik, profesionalisme, dan otonomi keilmuan yang selama ini menjadi dasar keberlangsungan system kesehatan yang bermartabat dan berkeadilan. Lebih jauh, ketika pemerintah mengubah rumah sakit pendidikan menjadi pusat produksi dan deregulasi kompetensi, tanpa ruang akademik, maka profesi medis tidak lagi menjadi pilar peradaban, melainkan alat system kekuasaan dan pasar. Ini bukan hanya krisis kebijakan, melalui krisis nilai. Ada 6 hal yang menjadi perhatian yaitu: Perihal Pendirian Kolegium Kementerian Kesehatan Perencanaan Task Shifting dan Task Sharing Wacana Bullying dalam Pendidikan Spesialis Framing Negatif terhadap Pendidikan Kedokteran Mitra Kerjasama dalam pendidikan Profesi Pendekatan Diskusi dalam Kebijakan

Kolaborasi Literasi dan Konservasi: Buku Cerita OHAWE dalam Gerakan Literasi Riau

Kolaborasi Literasi dan Konservasi: Buku Cerita OHAWE dalam Gerakan Literasi Riau

Dalam rangkaian kegiatan Pengukuhan Bunda Paud & Bunda Literasi Provinsi Riau serta Pengukuhan Bunda Paud & Bunda Literasi Kab/Kota Se-Provinsi Riau 𝐞yang dilaksanakan pada 24 April 2025, turut diserahkan buku cerita bergambar tri bahasa hasil dari OHAWE Project (One Health Approach to Raise Wildlife Protection Awareness). Penyerahan buku dilakukan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau sebagai bagian dari dukungan terhadap gerakan literasi sekaligus edukasi konservasi satwa liar. Buku yang mengangkat kisah Harimau Sumatera ini merupakan hasil kolaborasi antara OHCC Udayana dan FK Universitas Riau, dengan pendanaan dari GIZ Jerman. Pada kesempatan tersebut, Bunda Literasi Provinsi Riau, Hj. Henny Sasmita Wahid, juga membacakan cerita dari buku tersebut dalam kegiatan “Mendongeng Ceria bersama Bunda Literasi,” yang diikuti oleh anak-anak PAUD dan sekolah dasar. Kegiatan ini menjadi simbol sinergi antara edukasi konservasi dan penguatan budaya literasi sejak dini, sejalan dengan semangat One Health yang mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.  

FK UNRI Bersama OHCC Udayana Gelar OHAWE Project di Taman Nasional Tesso Nilo

FK UNRI Bersama OHCC Udayana Gelar OHAWE Project di Taman Nasional Tesso Nilo

Tesso Nilo, 19 Februari 2025 – Fakultas Kedokteran Universitas Riau (FK UNRI) melalui Program Studi Kedokteran Hewan bekerja sama dengan One Health Collaborating Center (OHCC) Udayana sukses menyelenggarakan OHAWE Project untuk pertama kalinya di Riau. Kegiatan ini berlangsung di Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) dengan tujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi satwa liar, khususnya Harimau Sumatera. Sebagai bagian dari program ini, dilakukan penyusunan dan distribusi buku cerita edukatif bertemakan Harimau Sumatera. Buku ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada anak-anak mengenai kondisi kritis satwa tersebut akibat perburuan liar, degradasi habitat, dan penurunan populasi yang signifikan. Buku ini dibagikan kepada siswa SD yang berpartisipasi serta akan didistribusikan ke berbagai lokasi untuk mendukung kampanye edukasi konservasi. Puncak kegiatan ini adalah sesi storytelling interaktif yang melibatkan 75 siswa SD kelas 4-6 dari SDN 003 Lubuk Kembang Bunga. Dengan pendekatan berbasis cerita, anak-anak diajak memahami peran penting mereka dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan mencegah kepunahan satwa liar. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk:Prof. Dr. dr. Ni Nyoman Sri Budayanti, Sp.MK(K) (Koordinator OHCC Udayana); Dr. dr. Dewi Angraini, Sp.MK(K) (Regional Coordinator OHAWE Project Wilayah Riau); Kepala Balai TNTN, Heru Sutmantoro, S.Hut., M.M.; Kepala Desa Lubuk Kembang Bunga; Guru dan orang tua siswa SDN 003 Lubuk Kembang Bunga Dalam sambutannya, Prof. Dr. dr. Ni Nyoman Sri Budayanti, Sp.MK(K) menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah penting dalam membangun kesadaran konservasi sejak dini. “Kami berharap pendekatan storytelling ini dapat menginspirasi anak-anak untuk lebih peduli terhadap satwa liar dan lingkungan sekitar mereka,” ujarnya. Senada dengan itu, Dr. dr. Dewi Anggraini, Sp.MK(K) menambahkan, “Antusiasme para siswa dan dukungan dari berbagai pihak menunjukkan bahwa edukasi mengenai konservasi dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan efektif. Harapan kami, program ini dapat terus berkembang di masa depan.” Kepala Balai TNTN, Heru Sutmantoro, S.Hut., M.M., juga mengapresiasi kolaborasi ini sebagai upaya penting dalam konservasi satwa liar. “Melibatkan anak-anak dalam program edukasi seperti ini adalah langkah strategis untuk membangun generasi yang peduli terhadap lingkungan dan keberlanjutan ekosistem,” ungkapnya. Sebagai bentuk apresiasi, dilakukan penyerahan plakat penghargaan dari Regional Coordinator OHAWE Project Wilayah Riau kepada SDN 003 Lubuk Kembang Bunga serta plakat dari OHCC Udayana kepada Balai TNTN atas dukungan mereka dalam kegiatan ini. Program OHAWE Project bukan hanya sekadar kegiatan edukasi, tetapi juga merupakan bagian dari penelitian akademik untuk mengukur efektivitas pendekatan storytelling dalam pendidikan konservasi. Harapannya, hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi implementasi program serupa di berbagai daerah di Indonesia. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, FK UNRI dan OHCC Udayana semakin menegaskan komitmennya dalam mendukung pendekatan One Health sebagai strategi utama dalam pencegahan zoonosis, perlindungan satwa liar, dan keberlanjutan ekosistem.